Kamis, 02 September 2021

Kitabullah

MAULWAWASAN


1. Memahami Kitab-kitab Allah (Kitabullah)

a. Pengertian

     Kitabullah adalah kumpulan wahyu-wahyu Allah Swt. yangmengandung petunjuk dan kebenaran, sementara pengertian kitabadalah wahyu Allah Swt. yang dibukukan. Makna lain dari Kitabullahadalah ajaran Allah Swt. yang diwahyukan kepada Nabi atau Rasul yangmerupakan ketetapan-Nya dan himpunan petunjuk yang ditulis dandibukukan.
Adapun pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah (Kitabullah)adalah meyakini sepenuh hati, bahwa Allah Swt. telah menurunkanKitab-kitab-Nya kepada para Nabi dan Rasul agar disampaikan kepadaumatnya sebagai pedoman hidup untuk kebahagian dunia dan akhirat.   
    Minimal ada 3 (tiga) makna yang berkaitan dengan kewajibanmengimani Kitabullah, yaitu meyakini bahwa:
1) Allah Swt. telah menurunkan 4 (empat) Kitab Suci, yakni: Zabur Taurat, Injil, dan Al-Qur’an.
2) Al-Qur’an menjadi Kitab Suci yang diturunkan terakhir yang membenarkan sebagian ajaran sekaligus korektor terhadapajaran kitab suci sebelumnya.
3) Al-Qur’an menjadi Kitab Suci yang masih terpelihara, utuh, dan asli (tidak ada perubahan sedikit-pun).Ajaran dan tuntunan Kitabullah itu sesuai dengan zamannya.
Artinya, kandungan isi Kitab-kitab tersebut, hanya sesuai untuk
zamannya masing-masing dan umat yang berbeda, kecuali Al-Qur’an
yang berlaku sepanjang masa. Isi Kitabullah juga berbeda satu dengan
yang lain. Perbedaan yang bukan pada aspek akidah-keimanan, tetapi

Kelas XI SMA/SMK 65
    terletak pada aspek syariah/ibadah, sehingga dikenal Syariah Ibrāhīm,Syariah Mūsā, dan Syariah Īsa.
    Hakikatnya, sumber Kitabullah (samawi) itu satu, yakni berasal dariAllah Swt., maka antara satu kitab dengan kitab lainnya, terdapat saling berkaitan dan bersinggungan. Setiap muslim wajib mengimani semua kitab Allah Swt. yang samawi), dan sikap seperti ini tentu menjadi
kemuliaan Islam. Hal ini sejalan dengan Q.S. al-Baqarah/2: 4, 177, 285). Keyakinan umat Islam akan adanya beberapa kitab suci (Zabur, Taurat dan Injil) tidak bermakna bahwa umat Islam harus berpedoman kepada kitab-kitab suci tersebut. Hanya Al-Qur’an yang harus dijadikan pedoman dan petunjuk. Sebab, semua kitab suci tersebut, selain Al- Qu’an, sudah tidak utuh dan tidak orisinil lagi, karena sudah mengalami banyak perubahan, penambahan, dan pengurangan. Misalnya kitab Injil yang paling dekat masa pewahyuannya dari Al-Qur’an, yang sudah tidak dijumpai nahkah aslinya dalam bahasa Aramea. Saat ini yang ditemui hanyalah Perjanjian Baru yang terdiri atas4 (empat) versi Injil, yang disebut-sebut sebagai karya-karya sahabat Yesus, yakni Injil Matius, Injil Yahya, Injil Lukas, dan Injil Markus. Di samping itu, masih ada lagi sekitar 23 kitab lainnya. Itulah sebabnya, jika kitab Injil saja sudah tidak ditemukan naskah aslinya, padahal paling dekat pewahyuannya dengan Al-Qur’an, apalagi kitab Taurat dan Zabur, yang masa pewahyuannya lebih lama lagi. Semua itu, semestinya semakin menguatkan keyakinan umat Islam untuk selalu

berpedoman kepada Al-Qur’an. 

2. Hubungan Al-Qur’an dengan Kitab Suci lainnya

Adapun hubungan Al-Qur’an dengan kitab suci lainnya adalah:

a. Menjadi saksi kebenaran (asalkan tidak bertentangan dengan isi Al-Qur’an), dan menjadi tolok ukur atau barometer kebenaran terhadapkitab-kitab sebelumnya. Sebaliknya, Al-Qur’an juga menjadi saksi ataskesalahannya, sehingga fungsi lain Al-Qur’an adalah menjadi pemelihara
(Q.S. al-Māidah/5: 48).
b. Menjadi solusi, menjawab, dan menjelaskan perbedaan atauperselisihan yang muncul di antara para penganut agama (Q.S. an-Nahl/16: 64).
c. Mengoreksi isi kitab suci sebelumnya yang sudah diubah sendirioleh pemeluknya (dengan berbagai kepentingan duniawi), danoleh manusia yang ingkar, antara lain:
1) Keyakinan tentang ‘Trinitas’. Keyakinan ini ditolak dengan kerasoleh Al-Qur’an, sebagaimana isi kandungan Q.S. al-Māidah/5: 73.Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 66
2) Kedudukan dan Penyaliban Nabi Isa a.s. (Q.S. Āli Imrān/3: 49-
59, Q.S. an-Nisā’/4: 157-158).Sebagai orang yang beriman, kita wajib meyakini bahwa Allah
Swt. telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para Nabi dan Rasul. Al-Qur’an memaparkan bahwa ada 4 (empat) Kitabullah yang harus kita yakini.


selanjutnya nanti:) 




Hak kekayaan intelektual


Kitabullah

MAULWAWASAN 1. Memahami Kitab-kitab Allah (Kitabullah) a. Pengertian        Kitabullah adalah kumpulan wahyu-wahyu Allah Swt. yangmengandung...